
i News Padang – Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, menekankan pentingnya peningkatan status gizi sebagai bagian utama dari upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Menurut Ade, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan sebuah inisiatif strategis yang digagas oleh DPR RI bekerja sama dengan mitra Badan Gizi Nasional (BGN). “Keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis sangat penting karena menjadi penjamin kesehatan dan pertumbuhan anak, sekaligus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan serta memperkuat sektor pertanian lokal,” ujar Ade Rezki Pratama dalam kegiatan sosialisasi MBG di Padang Pariaman, Kamis.
Baca Juga : PT LIB Siap Tingkatkan Profesionalisme Liga, Ini Struktur Barunya!
Ia berharap program strategis nasional ini dapat terus diperluas agar menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Tak hanya memberikan manfaat secara langsung dalam bidang kesehatan anak, program ini juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi, khususnya bagi masyarakat lokal yang bergelut di sektor pertanian dan peternakan.
“Harapan saya, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis ini dapat segera diikuti dengan pembangunan dapur-dapur umum di setiap kelurahan, khususnya di wilayah Padang, Bukittinggi, dan sekitarnya. Ini akan membuka peluang usaha bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal, mengingat mayoritas masyarakat di daerah ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan kebun,” jelas Ade.
Tenaga Ahli Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Dedi Suprijadi, turut menegaskan bahwa MBG bukan sekadar pembagian makanan gratis, melainkan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi anak, menunjang keberhasilan proses belajar, serta menurunkan prevalensi stunting dan malnutrisi di Indonesia.
“Dengan informasi yang transparan, masyarakat juga bisa berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan program, memastikan kualitas makanan yang disalurkan, serta menanamkan nilai-nilai pentingnya pola makan sehat dalam kehidupan keluarga,” terang Dedi. Ia juga menambahkan bahwa edukasi masyarakat dan partisipasi aktif warga menjadi kunci utama keberhasilan dan keberlanjutan program ini. Masyarakat yang tertarik menjadi mitra MBG pun dapat mengikuti prosedur melalui portal resmi milik BGN.
Program MBG memiliki tujuan utama memberikan akses makanan bergizi kepada anak usia sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta balita. Selain itu, program ini juga berfungsi sebagai upaya preventif dalam menurunkan angka stunting dan kasus gizi buruk yang masih menjadi tantangan nasional.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Elia Munawari, menyatakan dukungan penuh terhadap BGN dan program MBG. Menurutnya, peningkatan edukasi gizi merupakan fondasi penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. “Pemahaman mengenai pentingnya pola makan seimbang perlu terus disosialisasikan. Dinas Kesehatan berperan sentral dalam menjamin mutu dan keamanan produk makanan yang beredar di tengah masyarakat,” ujarnya.
Elia menjelaskan, gizi berkualitas merupakan pola makan harian yang mengandung semua jenis zat gizi dalam jumlah seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Ini mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serta air, yang semuanya perlu disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Ia juga menekankan bahwa generasi sehat dan berkualitas tidak hanya memiliki fisik yang kuat, tetapi juga kecerdasan intelektual, sosial, serta emosional yang optimal. Selain itu, mereka harus memiliki karakter moral yang baik dan mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat luas.
Dengan digelarnya sosialisasi program MBG ini, diharapkan akses terhadap makanan bergizi meningkat, pengetahuan masyarakat mengenai gizi semakin baik, dan pola makan sehat semakin diterapkan secara luas. Semua ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 — sebuah generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.






