INews Padang — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan pendataan kerusakan dan kebutuhan korban banjir bandang di Kabupaten Tanahdatar dapat diselesaikan dalam dua hari ke depan. Pemerintah daerah saat ini juga tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) guna menampung warga yang kehilangan rumah akibat bencana tersebut.
Pendataan Dipacu untuk Percepatan Penanganan
BNPB menurunkan tim khusus untuk mempercepat proses verifikasi data kerusakan rumah, fasilitas umum, serta jumlah pengungsi. Data ini menjadi dasar bagi pemerintah pusat dalam menyalurkan bantuan, terutama untuk pembangunan hunian sementara maupun bantuan stimulan perbaikan rumah.
“Kami targetkan dua hari pendataan selesai agar bantuan dapat segera disalurkan. Validitas data sangat penting untuk memastikan seluruh korban tertangani,” ujar perwakilan BNPB saat meninjau lokasi terdampak.
BNPB juga berkoordinasi dengan BPBD setempat, TNI, dan Polri untuk memetakan wilayah terdampak paling parah.
Tanahdatar Mulai Siapkan Lahan untuk Huntara
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tanahdatar telah menyiapkan sejumlah lokasi sebagai lahan pembangunan hunian sementara. Lokasi yang dipilih merupakan area aman dari potensi bencana susulan dan dekat dengan akses logistik serta fasilitas dasar.
Menurut pejabat daerah, lahan yang disiapkan akan mampu menampung ratusan keluarga yang rumahnya rusak berat maupun hilang tersapu banjir bandang. Pemerintah daerah memastikan pembangunan huntara akan dilakukan secara bertahap menunggu arahan resmi dari BNPB setelah data rampung.

Baca juga: Gempa M 4,7 Guncang Padang: Informasi Terkini BMKG dan Kondisi Sejumlah Wilayah
Ratusan Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Banjir bandang yang melanda Tanahdatar beberapa waktu lalu menyebabkan ratusan rumah rusak berat dan puluhan di antaranya hanyut. Banyak keluarga kini terpaksa mengungsi di tenda darurat, posko sementara, maupun rumah kerabat.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan perlengkapan sehari-hari, terutama makanan siap saji, selimut, serta kebutuhan balita dan lansia.
“Kami berharap huntara bisa segera dibangun. Pengungsi sudah mulai merasa tidak nyaman tinggal di tenda, apalagi kondisi cuaca tidak menentu,” kata seorang warga pengungsi.
BNPB Siapkan Dukungan Konstruksi dan Logistik
BNPB menyatakan siap membantu pembangunan huntara, termasuk penyediaan material konstruksi dan logistik tambahan untuk pengungsian. Kementerian PUPR juga disebut akan dilibatkan dalam penyiapan infrastruktur dasar seperti sanitasi dan akses air bersih.
Selain itu, BNPB sedang menghimpun data terkait kebutuhan jangka menengah, seperti rencana pembangunan hunian tetap (huntap) di lokasi yang dinyatakan aman dari risiko bencana.
Mitigasi Diperkuat untuk Cegah Kejadian Serupa
Bencana banjir bandang di Tanahdatar dipicu oleh curah hujan ekstrem serta kondisi daerah aliran sungai yang mengalami penyempitan. BNPB meminta pemerintah daerah memperkuat mitigasi, termasuk pemetaan wilayah rawan, penanaman vegetasi penahan longsor, serta edukasi masyarakat terkait kesiapsiagaan.
“Mitigasi harus berjalan bersamaan dengan pemulihan. Ke depannya, risiko bisa diminimalisir jika semua pihak terlibat,” ujar pejabat BNPB lainnya.
Harapan Korban untuk Pemulihan Lebih Cepat
Dengan pendataan yang ditargetkan rampung cepat dan persiapan lahan huntara yang mulai dilakukan, para korban berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih lancar. Warga juga berharap bantuan dapat tersalurkan merata dan transparan.
“Yang kami butuhkan sekarang tempat tinggal yang layak sambil menunggu rumah dibangun kembali,” ucap salah satu pengungsi.




