Solok Selatan Melangkah Mantap: Hilirisasi Industri dan Dorongan UMKM Naik Kelas Jadi Prioritas Strategis
i News Padang– Kabupaten Solok Selatan, dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, sedang menorehkan babak baru dalam pembangunan ekonominya. Di bawah kepemimpinan baru yang menyongsong periode 2025–2029, pemkab setempat tidak setengah-setengah dalam merancang fondasi perekonomian yang kokoh, inklusif, dan berkelanjutan. Tiga program strategis menjadi pilarnya: industrialisasi dan hilirisasi, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, serta peningkatan UMKM naik kelas.
Program ini bukanlah inisiatif yang berdiri sendiri, melainkan sebuah langkah sinkronisasi yang cerdas antara program pusat dan daerah, sekaligus kesinambungan dari visi RPJMD sebelumnya. Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Solok Selatan, Akmal Hamdi, dalam temu ramah dengan wartawan lokal, langkah ini diambil untuk memastikan arah pembangunan yang jelas dan terukur.
Hilirisasi: Mengubah Bahan Mentah Menjadi Emas
Fokus utama Solok Selatan adalah industrialisasi dan hilirisasi. Istilah hilirisasi mungkin terdengar teknis, namun maknanya sangat sederhana dan powerful: menghentikan praktik menjual bahan mentah (raw material) dengan harga rendah, lalu mengolahnya di dalam daerah menjadi produk setengah jadi atau produk akhir yang memiliki nilai jual tinggi.
“Industri kecil yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten diarahkan dari hulu hingga ke hilir agar produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” jelas Akmal Hamdi.

Baca Juga: Suasana Mencekam di Solok Selatan Usai Harimau Serang Ayah dan Anak
Bayangkan potensi Solok Selatan: hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang melimpah. Selama ini, komoditas seperti kopi, cengkeh, kayu manis, karet, atau ikan mungkin hanya dijual dalam bentuk dasar. Dengan program hilirisasi, biji kopi tidak lagi sekadar dijual sebagai green bean, tetapi diolah menjadi kopi sangrai premium yang dikemas dengan branding khas Solok Selatan. Ikan segar tidak hanya dijual ke pasar tetangga, tetapi diolah menjadi kerupuk, abon, atau produk makanan beku yang siap ekspor.
Strategi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga menciptakan lebih banyak lapangan kerja di sektor pengolahan, mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga komoditas mentah, dan yang terpenting, membangun identitas dan daya saing daerah di kancah nasional bahkan global.
Koperasi Desa Merah Putih: Pilar Ekonomi di Level Nagari
Program kedua yang tak kalah revolusioner adalah pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Ini adalah implementasi nyata dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 yang menyasar unit ekonomi terkecil di masyarakat: nagari.
Pemkab menargetkan pembentukan koperasi berbadan hukum di seluruh 39 nagari induk. Yang membedakan adalah pendekatannya yang fundamental. “Seluruh nagari mengambil pola pembentukan baru, bukan sekadar mengaktifkan koperasi lama yang sudah tidak berjalan,” tegas Akmal.
Sejak Mei 2025, pendampingan intensif telah dilakukan, mulai dari proses pembentukan, pembuatan akta notaris, hingga pendaftaran ke Kementerian Hukum dan HAM. Ini menunjukkan komitmen untuk membangun koperasi yang profesional, transparan, dan memiliki legalitas yang kuat sejak dini. Pemkab juga menyiapkan pelatihan dan sosialisasi massif untuk memastikan pemahaman masyarakat tentang esensi dan manfaat koperasi Merah Putih.
Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan bagi pengurus dan anggota menjadi bukti bahwa program ini dirancang untuk keberlanjutan dan kesejahteraan jangka panjang, bukan hanya sekadar proyek administratif.
Koperasi ini diharapkan menjadi wadah penguatan modal, pemasaran kolektif, dan distribusi yang efisien bagi produk-produk UMKM nagari, sekaligus menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya.
UMKM Naik Kelas: Dari 11.113 Database Menuju 70 Percontohan
Solok Selatan memiliki basis data yang solid dengan 11.113 UMKM yang tercatat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.130 pelaku usaha telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), yang merupakan langkah pertama menuju formalitas usaha.
Namun, pemkab tidak berhenti di situ. Fokusnya adalah mendorong lompatan kualitas. Saat ini, 70 UMKM telah ditahbiskan sebagai pelaku usaha yang “Naik Kelas”. Kenaikan kelas ini diukur dengan indikator nyata: peningkatan skala produksi, adopsi promosi digital, pembentukan kemitraan strategis, dan yang terpenting, perluasan pangsa pasar.
Untuk mendukung hal ini, pemerintah daerah secara konsisten selama tiga tahun terakhir menyalurkan bantuan peralatan produksi. Bantuan ini bukan sekadar bantuan, melainkan stimulan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pada akhirnya mendongkrak omzet.
“Harapannya, UMKM bisa lebih mandiri dan tumbuh,” ujar Akmal. Ke-70 UMKM percontohan ini diharapkan menjadi inspirasi dan model bagi ribuan UMKM lainnya untuk terus berinovasi dan berkembang.
Selaras dengan Visi Jangka Panjang RPJMD 2025–2029
Ketiga pilar program ini—hilirisasi, Koperasi Merah Putih, dan UMKM naik kelas—bukanlah program yang terpisah. Ketiganya saling berkait dan memperkuat dalam sebuah sinergi yang utuh.
-
Hilirisasi menciptakan industri pengolahan yang membutuhkan pasokan bahan baku dari petani dan nelayan.
-
Koperasi Desa Merah Putih berperan sebagai kolektor dan penjamin pasokan bahan baku yang terorganisir untuk industri hilir, sekaligus menjadi distributor bagi produk-produk UMKM yang telah naik kelas.
-
UMKM Naik Kelas adalah ujung tombak yang menghasilkan produk bernilai tinggi yang siap dipasarkan melalui jaringan koperasi dan dijual ke pasar yang lebih luas.
Program-program tersebut merupakan turunan langsung dari misi RPJMD 2025–2029 untuk peningkatan ekonomi kerakyatan dan daya saing daerah. Ini menunjukkan sebuah pemerintahan yang memiliki peta jalan yang jelas, di mana setiap kebijakan dan action plan saling terhubung menuju satu tujuan besar: kemandirian dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Solok Selatan.
Dengan komitmen yang kuat, kolaborasi yang solid, dan eksekusi yang konsisten, Solok Selatan tidak hanya sedang membangun program, tetapi sedang menenun masa depan ekonomi yang lebih cerah dan berdaulat dari tingkat nagari hingga ke kancah yang lebih luas.






