iNews Padang – Pemerintah Kota Padang menyebut kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang mencapai Rp5,5 triliun. Angka tersebut mencerminkan besarnya dampak kerusakan yang ditimbulkan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di ibu kota Provinsi Sumatera Barat itu.
Kebutuhan anggaran tersebut mencakup pemulihan infrastruktur, fasilitas publik, permukiman warga, hingga pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Dampak Banjir Bandang Meluas
Banjir bandang yang terjadi menyebabkan kerusakan signifikan di berbagai sektor. Infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, drainase, dan fasilitas umum mengalami kerusakan berat. Selain itu, ribuan rumah warga terdampak, dengan sebagian di antaranya mengalami kerusakan berat hingga tidak layak huni.
Bencana tersebut juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor perdagangan, jasa, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terpaksa berhenti beroperasi.
Rincian Kebutuhan Anggaran Pemulihan
Pemerintah Kota Padang menjelaskan bahwa kebutuhan anggaran Rp5,5 triliun tersebut terbagi dalam dua fokus utama, yakni rehabilitasi dan rekonstruksi. Rehabilitasi meliputi perbaikan cepat fasilitas yang rusak agar pelayanan publik dapat kembali berjalan, sementara rekonstruksi difokuskan pada pembangunan kembali infrastruktur secara permanen dan berkelanjutan.
Selain infrastruktur fisik, anggaran juga dialokasikan untuk pemulihan lingkungan, normalisasi sungai, serta penguatan sistem mitigasi bencana.

Baca juga: Mubes III JPS: Adrian Tuswandi Terpilih Aklamasi Kembali Pimpin Jaringan Pemred Sumbar
Fokus pada Infrastruktur dan Permukiman Warga
Salah satu prioritas utama dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi adalah perbaikan infrastruktur dasar dan permukiman warga. Pemerintah daerah menargetkan akses jalan, jembatan, serta jaringan air bersih dan sanitasi dapat segera dipulihkan untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Permukiman warga yang berada di wilayah rawan bencana juga menjadi perhatian khusus, termasuk kemungkinan relokasi ke lokasi yang lebih aman.
Koordinasi dengan Pemerintah Pusat
Pemkot Padang menyadari keterbatasan kemampuan anggaran daerah untuk menutup seluruh kebutuhan pemulihan. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, baik melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun kementerian terkait.
Dukungan pemerintah pusat diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus memastikan pembangunan kembali dilakukan sesuai standar ketahanan bencana.
Pemulihan Sosial dan Ekonomi Masyarakat
Selain pembangunan fisik, pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak juga menjadi bagian penting dari rencana pascabencana. Pemerintah daerah menyiapkan program bantuan sosial, pemulihan mata pencaharian, serta dukungan bagi pelaku UMKM agar dapat kembali beraktivitas.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi dampak jangka panjang bencana terhadap kesejahteraan masyarakat.
Penguatan Mitigasi dan Pengurangan Risiko Bencana
Dalam rencana rekonstruksi, Pemkot Padang menekankan pentingnya pendekatan build back better, yakni membangun kembali dengan memperhatikan aspek ketahanan terhadap bencana. Penguatan tanggul, perbaikan sistem drainase, serta normalisasi aliran sungai menjadi bagian dari strategi pengurangan risiko bencana ke depan.
Edukasi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat juga akan terus digencarkan sebagai upaya meminimalkan risiko apabila bencana serupa kembali terjadi.
Harapan Pemulihan Berkelanjutan
Pemerintah Kota Padang berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan secara bertahap namun berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pemulihan pascabencana.
Dengan dukungan anggaran yang memadai dan perencanaan yang matang, Pemkot Padang optimistis pemulihan pascabencana banjir bandang dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Penutup
Kebutuhan anggaran sebesar Rp5,5 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi Kota Padang. Namun dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan pemerintah pusat, diharapkan pemulihan dapat berjalan optimal dan Kota Padang dapat bangkit menjadi daerah yang lebih tangguh terhadap bencana di masa depan.






