Peringatan BMKG Terkait Siklon Tropis 91S
Padang : Berdasarkan peringatan cuaca yang disampaikan BMKG, aktivitas Siklon Tropis 91S terpantau dapat memicu cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Barat. Potensi angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan lebat diprediksi dapat meningkat dalam beberapa hari ke depan.
BMKG menjelaskan bahwa siklon yang berada di sekitar wilayah Samudra Hindia tersebut memengaruhi pola angin di sebagian besar wilayah barat Sumatra. Perubahan pola angin ini sering menjadi pemicu hujan intensitas sedang hingga lebat di wilayah pesisir maupun dataran tinggi.
Selain itu, lembaga tersebut mengingatkan bahwa efek tidak langsung dari siklon dapat berlangsung selama beberapa hari. Kondisi seperti ini perlu diantisipasi dengan kesiapsiagaan masyarakat agar dampaknya dapat diminimalkan. Informasi ini juga menjadi panduan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi.
Warga di wilayah pesisir terutama diminta memperhatikan kondisi gelombang laut. Potensi gelombang tinggi dapat muncul akibat penguatan angin dari pusat siklon. Para nelayan diimbau lebih berhati-hati jika hendak melaut, atau menunda perjalanan apabila kondisi tidak memungkinkan.
Sejumlah daerah yang berada pada kawasan rawan banjir juga diminta tetap waspada. Curah hujan tinggi dapat menyebabkan drainase meluap dan memicu genangan. Pemerintah daerah telah diminta menyiagakan personel untuk mengantisipasi laporan dari masyarakat.
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan pada periode 11–13 Desember 2025, terutama bagi warga yang tinggal di lokasi rawan longsor. Kondisi tanah yang jenuh air setelah hujan lebat dapat membuat potensi longsor lebih tinggi.

Baca Juga : BNPB Targetkan Data Rampung Dua Hari, Tanahdatar Siapkan Lahan Huntara Korban Banjir Bandang
Dampak Cuaca pada Sejumlah Wilayah di Sumatera Barat
Sejumlah wilayah Sumatera Barat diperkirakan mengalami peningkatan intensitas hujan dalam periode tersebut. Beberapa kota besar seperti Padang, Bukittinggi, dan Padang Panjang berpotensi merasakan hujan dengan durasi lebih panjang dibanding hari biasanya. Hal ini tentu berdampak pada aktivitas masyarakat.
Warga Padang yang berada di wilayah pesisir diminta memonitor kondisi laut. Angin yang bertiup kencang berpotensi membuat gelombang lebih tinggi. Kapal kecil dan nelayan tradisional sangat disarankan untuk menunda aktivitas melaut sementara waktu untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Di daerah dataran tinggi, seperti Agam dan Tanah Datar, potensi longsor turut mendapat perhatian. Curah hujan di kawasan perbukitan biasanya lebih intens ketika siklon aktif di sekitar Samudra Hindia. Masyarakat diminta memantau tanda-tanda pergerakan tanah dan segera melapor jika ditemukan kejanggalan.
Selain itu, aktivitas masyarakat di jalur pegunungan dapat terdampak oleh kabut tebal. Pengendara yang melintas di jalur Sitinjau Lauik atau Kelok 44 harus meningkatkan kewaspadaan. Penglihatan yang terbatas dapat memengaruhi keselamatan pengendara, terutama saat malam hari.
Di beberapa wilayah, petani turut diimbau untuk memperhatikan kondisi tanaman. Hujan lebat yang berkepanjangan dapat memengaruhi produktivitas panen. Petani diharapkan menyesuaikan jadwal kegiatan di ladang agar tidak terjebak cuaca buruk.
Sementara itu, para pelaku UMKM dan pedagang pasar diminta menyiapkan perlindungan bagi barang dagangan. Hujan tiba-tiba dengan angin kencang dapat merusak produk jika tidak diantisipasi sejak awal. Upaya sederhana dapat mengurangi risiko kerugian dalam periode cuaca ekstrem ini.
Langkah Kesiapsiagaan untuk Hadapi Cuaca Ekstrem
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi cuaca resmi yang disampaikan melalui kanal mereka. Informasi yang akurat sangat penting agar masyarakat tidak terjebak dalam berita yang tidak benar. Penyebaran kabar palsu dapat memperburuk keadaan di tengah situasi yang menuntut kewaspadaan tinggi.
Warga juga disarankan menyiapkan perlengkapan darurat seperti senter, obat-obatan, dan dokumen penting di tempat yang mudah dijangkau. Langkah kecil ini dapat mempermudah evakuasi jika kondisi cuaca memburuk secara tiba-tiba. Kesiapan keluarga menjadi prioritas utama.
Pemerintah daerah melalui BPBD diminta menyiagakan peralatan tanggap darurat. Koordinasi dengan relawan dan pihak berwajib harus diperkuat agar respons cepat dapat dilakukan jika terjadi banjir, longsor, atau gangguan lain akibat cuaca ekstrem. Kolaborasi di lapangan menjadi fondasi mitigasi yang efektif.
Para pengendara diingatkan untuk tidak memaksakan perjalanan jika hujan deras disertai angin kencang. Kondisi jalan yang licin dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Sementara itu, pengendara motor disarankan mencari tempat berteduh hingga situasi lebih aman.
Di beberapa wilayah rawan banjir, warga diminta memastikan saluran air tidak tersumbat. Membersihkan drainase lingkungan merupakan langkah preventif sederhana namun efektif dalam mencegah genangan air. Kegiatan gotong royong sangat diperlukan selama musim cuaca ekstrem.
Dengan informasi dan kesiapsiagaan yang tepat, masyarakat diharapkan dapat menghadapi cuaca ekstrem ini secara lebih aman. BMKG terus memperbarui informasi seiring pergerakan Siklon Tropis 91S dan meminta masyarakat tetap mengikuti perkembangan terbaru melalui kanal resmi.






