i News Padang – Upaya membangun ekosistem sepak bola nasional yang sehat, tertib, dan inklusif terus digencarkan. Kali ini, giliran Kota Padang, Sumatera Barat, menjadi tuan rumah kegiatan pembinaan suporter bertajuk “Suporter Cerdas, Tim Berkualitas” yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bekerja sama dengan I.League, Kamis (4/9/2025).
Acara yang berlangsung di salah satu pusat kegiatan olahraga di Kota Padang itu dihadiri ratusan suporter dari berbagai komunitas, khususnya pendukung Semen Padang FC. Tiga kelompok besar, yaitu Spartack, Khmer, dan Ultras West Sumatera (UWS 1980), tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga aktif berdiskusi dan menyampaikan pandangan terkait perkembangan sepak bola tanah air.
Diskusi Dua Arah: Suporter Jadi Subjek Perubahan
Dalam forum tersebut, suporter diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun ide-ide konstruktif. Topik yang dibahas mencakup pentingnya menciptakan atmosfer pertandingan yang aman dan menyenangkan, penerapan regulasi keselamatan stadion, hingga kerja sama antara penyelenggara dan komunitas suporter dalam mendukung keberlangsungan kompetisi.
Diskusi berlangsung dinamis, mencerminkan besarnya perhatian suporter terhadap masa depan sepak bola Indonesia. “Kami ingin stadion bukan hanya tempat menonton, tapi juga ruang aman bagi keluarga, anak-anak, dan semua kalangan,” ujar salah seorang perwakilan Spartack yang disambut tepuk tangan peserta.
Kehadiran Stakeholder Lengkap
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Turut hadir:
-
Deputi Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora
-
Asisten Deputi Olahraga Profesional Kemenpora
-
Perwakilan PSSI, Adi Nugroho
-
Perwakilan CEO Semen Padang FC, Hermawan
-
Perwakilan Polda/Polres, AKBP Faisal
-
Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar
-
Sudin Pemuda dan Olahraga Kota Padang
-
Manajemen dan official Semen Padang FC (LOC, SLO, SSO, MO)
-
TVRI dan sejumlah media lokal
Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperlihatkan bahwa upaya membangun budaya sepak bola yang positif tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.
Suporter Bukan Penonton Biasa
Budiman Dalimunte, GM Fans Engagement I.League, menegaskan bahwa acara ini tidak berhenti pada edukasi, melainkan ruang kolaborasi nyata antara suporter dan stakeholder sepak bola.
“Kami percaya, perubahan sepak bola Indonesia tidak bisa berjalan tanpa keterlibatan aktif suporter. Komunitas suporter bukan sekadar penonton, tetapi bagian penting dari perjalanan industri sepak bola. Mereka punya semangat, tanggung jawab, dan visi yang sama: ingin sepak bola kita tumbuh sehat, aman, dan membanggakan,” ungkap Budiman.
Pernyataan itu mempertegas pandangan baru tentang suporter. Jika dulu kerap dipandang sebagai faktor risiko karena kerentanan konflik dan kerusuhan, kini mereka justru digandeng sebagai agen perubahan menuju sepak bola yang lebih modern.
Implementasi UU Keolahragaan
Kegiatan di Padang ini juga merupakan implementasi nyata dari Pasal 55 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, termasuk komunitas suporter, dalam pengembangan olahraga nasional.
Padang sendiri menjadi kota ke-6 dari total 10 kota yang menjadi tujuan rangkaian program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kemenpora. Dengan menyasar berbagai daerah, diharapkan nilai-nilai positif yang ditanamkan dapat menyebar lebih merata dan membentuk ekosistem sepak bola yang lebih kokoh.
Harapan untuk Masa Depan
Bagi Semen Padang FC, kehadiran program ini memberikan semangat baru. Klub kebanggaan Ranah Minang itu memiliki basis suporter fanatik yang tersebar di berbagai daerah. Dengan pembinaan yang tepat, dukungan suporter diharapkan semakin solid sekaligus positif, sehingga dapat meningkatkan citra klub dan atmosfer kompetisi.
Setelah Padang, kegiatan serupa akan dilanjutkan di kota-kota lain sesuai jadwal. Harapannya, gerakan “Suporter Cerdas, Tim Berkualitas” dapat menanamkan nilai sportivitas, solidaritas, serta kesadaran kolektif di kalangan suporter di seluruh Indonesia.
“Kalau semangat ini bisa konsisten dibawa ke semua kota, saya yakin kita bisa menyongsong era baru sepak bola Indonesia. Era di mana suporter bukan lagi masalah, melainkan solusi,” tutup Budiman.






