Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

R3P Sumbar Disahkan, Total Kebutuhan Dana Pascabencana Tembus Rp18,37 Triliun

Shoppe Mall

iNews Padang – Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Sumatera Barat resmi disahkan. Berdasarkan dokumen tersebut, total kebutuhan anggaran penanganan pascabencana di Ranah Minang mencapai Rp18,37 triliun. Angka ini mencerminkan besarnya dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar dalam beberapa waktu terakhir.

Pengesahan R3P menjadi tonggak penting dalam upaya pemulihan menyeluruh, sekaligus menjadi dasar koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Shoppe Mall

Dokumen Strategis untuk Pemulihan Pascabencana

R3P disusun sebagai dokumen perencanaan strategis yang memuat kebutuhan penanganan pascabencana secara komprehensif, mulai dari sektor perumahan, infrastruktur, sosial, ekonomi, hingga lingkungan hidup. Dokumen ini menjadi acuan resmi dalam pengajuan bantuan anggaran kepada pemerintah pusat dan lembaga terkait.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa R3P disusun berdasarkan hasil kajian kerusakan dan kerugian (damage and loss assessment) yang dilakukan secara menyeluruh dan terukur.

Infrastruktur dan Perumahan Jadi Porsi Terbesar

Dari total kebutuhan dana Rp18,37 triliun, sektor infrastruktur dan perumahan menjadi porsi terbesar. Banyaknya rumah warga yang rusak, serta infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas umum yang terdampak bencana, membuat kebutuhan anggaran di sektor ini sangat signifikan.

Perbaikan dan pembangunan kembali infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk memulihkan konektivitas antarwilayah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

R3P Sumbar
R3P Sumbar

Baca juga: Kajati Sumbar Lantik Pejabat Baru Eselon III, Hetty Cahyaningrum Jadi Asdatun

Pemulihan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Terdampak

Selain fokus pada pembangunan fisik, R3P Sumbar juga menitikberatkan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Program yang direncanakan meliputi pemulihan mata pencaharian, bantuan usaha kecil, serta penguatan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi risiko kerentanan sosial pascabencana.

Penguatan Mitigasi dan Pengurangan Risiko Bencana

R3P tidak hanya berorientasi pada pemulihan, tetapi juga pada penguatan mitigasi dan pengurangan risiko bencana di masa depan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memasukkan program penataan kawasan rawan bencana, penguatan sistem peringatan dini, serta edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Upaya ini bertujuan agar pembangunan kembali dilakukan dengan pendekatan “build back better”, sehingga wilayah terdampak menjadi lebih aman dan tangguh.

Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci Realisasi

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa realisasi kebutuhan dana Rp18,37 triliun membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi dengan kementerian dan lembaga terus dilakukan agar program rehab rekon dapat masuk dalam skema pendanaan nasional.

Selain APBN, Pemprov Sumbar juga membuka peluang dukungan dari APBD, dana hibah, serta sumber pendanaan sah lainnya.

Harapan Pemprov Sumbar untuk Percepatan Pemulihan

Dengan disahkannya R3P, Pemprov Sumatera Barat berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Dokumen ini menjadi pijakan penting agar penanganan pascabencana tidak bersifat parsial, melainkan menyeluruh dan tepat sasaran.

Pemerintah daerah optimistis, dengan dukungan semua pihak, Sumatera Barat dapat bangkit lebih kuat, sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Shoppe Mall