Persita Tangerang Jaga Konsistensi, Pendekar Cisadane Melangit ke Posisi Runner Up
i News Padang– Liga Super Indonesia 2025/2026 mulai menyajikan kejutan. Di antara hiruk-pikuk persaingan yang didominasi nama-nama besar, Pendekar Cisadane, Persita Tangerang, tampil dengan taring terhunus. Kemenangan telak 2-0 atas Semen Padang FC di Stadion Benteng Taruna, Sabtu malam lalu, bukan sekadar tiga poin biasa. Kemenangan itu adalah batu pijakan bersejarah yang mengantarkan mereka naik ke peringkat kedua klasemen sementara, sebuah pencapaian yang menggetarkan dan membangkitkan nostalgia akan era keemasan klub berjuluk Laskar Cisadane ini.
Dengan raihan 13 poin dari tujuh laga, Persita kini hanya terpaut tiga poin dari sang pemuncak klasemen, Borneo FC. Posisi runner up ini adalah bukti nyata transformasi tim yang dilakukan oleh sang arsitek, Carlos Pena. Yang lebih mengagumkan adalah momentum yang mereka bawa: ini adalah kemenangan keempat beruntun mereka, sebuah konsistensi yang langka dan menjadi mimpi buruk bagi para pesaing.
Kemenangan Taktis dan Disiplin Tinggi
Laga melawan Semen Padang FC adalah cerminan sempurna dari DNA tim Persita di bawah asuhan Pena. Mereka tidak hanya mengandalkan bakat individual, tetapi lebih pada disiplin taktis, konsentrasi tinggi, dan kerja keras yang tak kenal lelah.
Dua gol kemenangan Persita dicetak oleh duo andalan. Bae Sin Yeong, sang pemain asal Korea Selatan, kembali membuktikan nilainya dengan membuka keunggulan di babak pertama. Gol ini semakin mengukuhkan perannya sebagai ujung tombak yang efisien. Keunggulan kemudian dikejutkan oleh Nur Hardianto di babak kedua, yang memastikan kemenangan dan poin maksimal untuk tim tuan rumah.
Baca Juga: Aura Positif Persita: Usai Kalahkan Semen Padang, Langsung Melesat ke Peringkat 2!
Dalam konferensi pers seusai laga, Carlos Pena, dengan wajah puas namun tetap rendah hati, membeberkan resep kemenangan timnya. “Penampilan yang bagus dari tim sejak menit pertama. Kami bermain sangat serius dan berkonsentrasi, kami bisa mencetak gol di babak pertama dan juga kedua,” ujar pelatih asal Spanyol itu, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Pena tidak hanya puas dengan gol yang dicetak, tetapi juga dengan ketangguhan lini pertahanan. “Kami bertahan dan memanfaatkan transisi yang baik. Sangat senang dengan kemenangan ini dan juga tidak kebobolan. Ini menjadi hari yang baik bagi Persita Fans,” tambahnya. Clean sheet tersebut adalah bonus yang mempertegas dominasi mereka sepanjang 90 menit.
Mental Pemenang: Dari Kekecewaan Awal Menuju Keyakinan Tak Terbendung
Jalan menuju puncak tidak selalu mulus. Carlos Pena mengingatkan semua orang bahwa awal musim ini tidaklah mudah. Kekalahan dalam dua laga awal sempat membuat tanda tanya besar. Namun, ia dengan bijak menilai bahwa performa tim saat kalah pun sebenarnya tidak buruk. Yang dibutuhkan hanyalah percikan keyakinan.
Percikan itu datang dari hasil positif di kandang yang terkenal sulit, Madura. “Ketika kami meraih poin di Madura, kami meningkatkan kepercayaan diri dan sekarang mereka menunjukkan kapasitas dan kualitas,” terang mantan pelatih Persija Jakarta itu.
Momen itu menjadi titik balik. Keyakinan yang tumbuh kemudian diubah menjadi aksi nyata di lapangan. Pena menekankan bahwa kerja keras dan komitmen total adalah kunci utama. “Kuncinya adalah para pemain memiliki usaha yang luar biasa, mereka bekerja keras di setiap pertandingan,” tegasnya.
Filosofi yang diusung Pena sederhana namun powerful: setiap laga adalah final. Pendekatan ini membuat tim tidak mudah meremehkan lawan dan selalu waspada. “Kami harus bertarung setiap laga dengan 100 persen dan ini adalah kuncinya. Semua yang ada di skuad selalu membantu, tidak hanya yang menjadi starter juga yang sebagai pemain pengganti. Semua memiliki mentalitas yang baik,” jelas Pena.
Pujian juga ia berikan untuk kedalaman skuad dan mentalitas pemain, baik yang menjadi starter maupun yang datang dari bangku cadang. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kerendahan hati telah menjadi budaya di dalam tim.






